Pembelajaran Melalui Virtual Kini Telah Terealisasi



Menurut jasa social media marketing, selain TI akan sangat mewarnai masa depan, TI juga mengubah tidak hanya terhadap apa yang seharusnya dipelajari oleh siswa, tetapi juga apa yang dapat dipelajari. .Sangat mungkin banyak hal yang seharusnya atau dapat dipelajari siswa tetapi tidak bisa dimasukkan ke dalam kurikulum karena “ruang” yang terbatas atau kompleksitas yang tinggi dalam mengajarkannya. 

Terpaut dengan ini, paradigma pendidikan yang tadinya mengandaikan kalau sumberdaya pendidikan cuma terbatas pada modul di kelas serta novel wajib diganti. Hadirnya TI, paling utama Internet, sudah sediakan sumberdaya pendidikan yang tidak terbatas. Bagaikan contoh, survei yang dicoba oleh penulis pada siswa SMU di Yogyarta, Bantul, serta Gunungkidul menciptakan kalau lebih dari 10% siswa memakai pc buat desain grafis yang tidak dianjurkan di sekolah.

Persoalan simpel yang timbul merupakan gimana mereka belajar? Jawabannya sangat lugas: akses terhadap pc serta Internet sudah membolehkan perihal itu terjalin. Contoh lain, yang tertarik dengan teknologi data namun tidak memiliki peluang buat duduk di bangku sekolah/ kuliah dapat mendatangi web e- lerning yang sediakan sumberdaya pendidikan free. 

Diskusi seperti ini dapat diperpanjang untuk tidak membatasi pembelajaran hanya pada institusi formal. Sudah saatnya learning society dikampanyekan melalui jasa social media marketing sebagai salah satu manifestasi kesadaran semangat pembelajaran sepanjang hayat (long-life learning).  Bukankah kita tidak jarang merasa tidak tahu apa yang harus dipelajari karena tidak tersedia sarana/informasi tentang itu? Karenanya, gerakan untuk membuka akses informasi dan pengetahuan seluas-seluasnya kepada masyarakat menjadi sebuah keharusan. Teknologi informasi, terutama Internet, dalam hal ini memberikan peluang untuk itu.


Posting Komentar

0 Komentar